Minggu, 12 Desember 2010

Enviro Issues

Sistem-Pengolahan-Air-Limbah-Rumah-Tangga



Secara umum yang disebut limbah air buangan adalah bahan sisa yang dihasilkan dari suatu kegiatan produksi. Air buangan ini dihasilkan oleh industri-industri skala besar maupun kecil, dan juga dihasilkan oleh aktivitas skala rumah tangga. Limbah air buangan yang dihasilkan oleh aktivitas rumah tangga berasal dari kamar mandi, air cucian, dan air sisa hasil masak-memasak. Selain sisa detergen, rumah tangga juga mengasilkan limbah dari dapur dan limbah bekas mandi. Ketiga limbah ini dikenal dengan nama greywater atau limbah nonkakus. Rumah tangga juga menghasilkan limbah kotoran manusia, yang dikenal dengan blackwater. Beberapa ahli sanitasi menambahkan satu kategori lagi untuk limbah tetesan AC dan kulkas sebagai clearwater. Dalam kehidupan sehari-hari, clearwater umumnya tidak berjumlah banyak, terutama dari kulkas, sehingga sulit diolah untuk dimanfaatkan kembali. Tetesan AC jumlahnya sedikit lebih banyak dan bila ditampung dalam wadah dapat langsung digunakan untuk keperluan bersih-bersih, misalnya cuci piring atau pakaian. 


Sistem pembuangan limbah air buangan ini biasanya langsung tersalur ke parit-parit atau saluran buangan di sekitar rumah yang menuju badan jalan, tanpa diolah terlebih dahulu. Keadaan yang demikian itu dapat menyebabkan pencemaran lingkungan, misalnya pencemaran tanah, air tanah, dan menimbulkan bau yang tidak sedap (bau busuk). Di samping itu, selain bisa menyebabkan ikan-ikan mati, zat-zat polutan yang terkandung di dalam limbah juga bisa menjadi sumber penyakit, seperti kolera, disentri, dan berbagai penyakit lain. Coba tengok pengalaman di kota London tahun 1848 dan 1853. Kala itu terjadi wabah kolera yang menewaskan 10.000 penduduk di sekitar Sungai Themes. Usut punya usut, ternyata wabah itu disebabkan Sungai Themes tercemar limbah rumah tangga.


Berbeda dengan blackwater, greywater tidak dapat dibuang ke septic tank karena kandungan detergen dapat membunuh bakteri pengurai yang dibutuhkan septic tank. Karena itu, diperlukan pengolahan khusus yang dapat menetralisasi kandungan detergen dan juga menangkap lemak.



Cara yang paling sederhana mengatasi pencemaran greywater adalah dengan bantuan fitoremediasi, yaitu proses menghilangkan, memindahkan, dan atau menghancurkan kontaminan dalam limbah air buangan dengan bantuan tanaman. Misalnya dengan menanami selokan dengan tanaman air yang bisa menyerap zat pencemar. Departemen Swiss Air dan Sanitasi di Negara Berkembang, SANDEC, terkait dengan Lembaga Federal Swiss Lingkungan Sains dan Teknologi, menegaskan bahwa tanaman ini dapat digunakan untuk pengolahan air limbah yang berfungsi menangkap racun, mengontrol bau, menghilangkan racun, dan pencegahan tumbuhnya ganggang, serta kontrol perkembangbiakan nyamuk.Tanaman yang bisa digunakan, antara lain :
     
     
Selain itu, juga dapat digunakan tanaman seeprti, jaringao, Pontederia cordata (bunga ungu), lidi air, futoy ruas, Thypa angustifolia(bunga coklat), melati air, dan lili air. Cara ini sangat mudah, tapi hanya bisa menyerap sedikit zat pencemar dan tak bisa menyaring lemak dan sampah hasil dapur yang ikut terbuang ke selokan. 

Cara yang lebih efektif adalah membuat instalasi pengolahan yang sering disebut dengan sistem pengolahan air limbah (SPAL). Caranya gampang; bahan yang dibutuhkan adalah bahan yang murah meriah sehingga rasanya tak sulit diterapkan di rumah Anda.
Instalasi SPAL terdiri dari dua bagian, yaitu bak pengumpul dan tangki resapan. Di dalam bak pengumpul terdapat ruang untuk menangkap sampah yang dilengkapi dengan kasa 1 cm persegi, ruang untuk penangkap lemak, dan ruang untuk menangkap pasir.
Tangki resapan dibuat lebih rendah dari bak pengumpul agar air dapat mengalir lancar. Di dalam tangki resapan ini terdapat arang dan batu koral yang berfungsi untuk menyaring zat-zat pencemar yang ada dalam greywater.


Cara kerjaAir bekas cucian atau bekas mandi dialirkan ke ruang penangkap sampah yang telah dilengkapi dengan saringan di bagian dasarnya. Sampah akan tersaring dan air akan mengalir masuk ke ruang di bawahnya. Jika air mengandung pasir, pasir akan mengendap di dasar ruang ini, sedangkan lapisan minyak—karena berat jenisnya lebih ringan—akan mengambang di ruang penangkap lemak.
Air yang telah bebas dari pasir, sampah, dan lemak akan mengalir ke pipa yang berada di tengah-tengah tangki resapan. Bagian bawah pipa tersebut diberi lubang sehingga air akan keluar dari bagian bawah. Sebelum air menuju ke saluran pembuangan, air akan melewati penyaring berupa batu koral dan batok kelapa.
Beberapa kompleks perumahan—seperti Lippo Karawaci—dan hampir semua apartemen telah memiliki instalasi pengolah limbah greywater yang canggih dan modern. Greywater yang telah diolah akan digunakan lagi untuk menyiram tanaman, mengguyur kloset, dan untuk mencuci mobil. Di Singapura dan negara-negara maju, greywater bahkan diolah lagi menjadi air minum.


Sabtu, 11 Desember 2010

Seputar Kuliner ..



KULINER SEMARANG... ASYIKKK....!!



1. Ikan Bakar Cianjur

Bottom of FJika Anda berkunjung ke Kota Semarang, jangan lupa singgah di kawasan Kota Lama. Selain kaya akan sejarah, kawasan Kota Lama juga terdapat tempat makan yang banyak dikunjungi oleh wisatawan. Rumah makan tersebut bernama Ikan Bakar Cianjur. Selain bangunan tua yang eksotik, berusia lebih dari 200 tahun, Ikan Bakar Cianjur mempunyai resep masakan yang beragam dan enak.
Sesuai dengan namanya, resto ini menyediakan menu-menu ikan bakar. Ada beberapa pilihan menu ikan yang dapat Anda coba, misalnya Ikan Nila, Ikan Gurame, Ikan Lele, dll yang dimasak dan diolah dengan berbagai cara seperti Sup Ikan, dibakar, digoreng, , Asam manis, Tausi. Untuk tumisan pelengkap Anda bisa mencoba tumis kangkung, Baby Kailan, , Sayur Asem Kailan, Pucuk Daun Labu dan Karedok serta lalapannya.


Nasi yang tersedia ada 2 pilihan, yaitu Nasi Liwet dan Nasi Uduk. Nasi putih ini rasanya sangat gurih dan beraroma wangi karena diberi campuran Ikan Teri. Ikan yang dibakar pun tidak terlalu gosong, sehingga warna kulit Ikan yang telah matang tetap terjaga agar tidak hitam namun tetap renyah dan empuk.

Untuk cabang dari Ikan Bakar Cianjur dapat ditemui di daerah Kota Lama dekat dengan Gereja Blenduk. Harga yang ditawarkan per ekor Rp36.000. Pesmol Gurami dan Gurami Saus Tausi menjadi unggulan menu di Rumah Makan yang dekat dengan Gereja Blenduk ini.

   



 

  




2. Menikmati Sajian Asem Asem Koh Liem

 


Di Semarang ada sebuh warung makan yang kental citarasa Jawa, namun ada sentuhan kuliner Cina. Itulah Warung Makan Koh Liem. Si empunya warung bernama Piek Swie Liem, akrab dipanggil Koh Liem.
Warung langganan warga keturunan Tionghoa ini menyediakan lauk pauk gaya rumahan untuk menu sehari-hari. Ada bandeng sarden, kikil lombok ijo, dan cap jay. Nasi langgi, sayur bayam, lontong cap gomeh hingga gorengan juga ada. Gurihnya nasi langgi selalu bikin kangen. Lauknya ada kering kentang/tempe kentang, empal daging, telur bumbu terik dan telur dadar diiris tipis. Lengkap dengan sambal terasi serta lalapan timun kemangi.

 
Lontong cap gomeh dengan kuah opor ayam yang pekat makin istimewa denga tambahan telur pindang, sayur rebung, sambal goreng ati, empal gepuk, dan keripik kentang. Yang jadi andalan di sini adalah asem-asemnya. Yaitu daging sapi yang dipotong dadu dimasak berkuah kecoklatan bening dengan rasa asam manis yang menyegarkan. Rasa asem yang segar diperoleh dari blimbing wuluh yang dicampur ke dalam kuah, dengan perpaduan pedas dari cabai.

Selain itu masih banyak menu makanan lain yang patut dicoba seperti Kuah sosis, Cumi - cumi asam manis, Gimbal udang dan lain-lain. Penyajian depot seperti makanan fastfood jadi sehabis kita memesan makanan dan membayar, pesanan baru bisa dibawa untuk disantap.

Dekat dengan lokasi depot dapat juga dikunjungi Kue Leker Paimo di depan sekolah Loyola, yang berseberangan dengan Depot Koh Liem. Lokasi parkir agak sempit terutama bila bersamaan dengan jam pulang sekolah siswa SMA Loyola.
Jika Anda berwisata ke semarang jangan lewatkan untuk benkunjung ke warung Koh Liem, salah satu primadona wisata kuliner semarang.



3. Kampung Laut
Terletak di Kompleks Maerokoco PRPP - Semarang, lokasi resto Kampung Laut ini nyaman untuk santai dengan keluarga ataupun handai taulan. Letaknya di pinggir pantai kota Semarang.
Memasuki gerbang Kampung Laut terlihat restoran terapung yang luas. Sebagian dari rombonganku langsung menuju tempat pemancingan yang nyaman dan rapi. Sedang sisanya ‘berebut’ mencari tempat yang nyaman.

                                                                                   

Memang di hari Minggu, Kampung Laut terlihat ramai. Walaupun tempatnya luas tetapi pengunjung seolah-olah punya tempat favorit yaitu saung lesehan. Ukuran saung ini mulai dari ukuran kecil 4-6 orang sampai yang besar untuk sekitar 16 orang. Sedang jika memiliki rombongan lebih besar lagi, maka ada tempat duduk yang bisa dipakai untuk rombongan tersebut.
Terlihat berbagai macam aktivitas, mulai dari anak-anak yang bermain sekitar resto terapung ini maupun di play ground, rombongan yang sibuk memilih ikan untuk di masak sampai penggemar pancing yang asyik dengan suasana pemancingannya. Tidak ketinggalan rombongan yang hanya ngobrol ngalor ngidul hanya untuk bersantai sambil menunggu makanan dan minuman yang datangnya lumayan lama.

Aku sendiri merasa nyaman dengan suasana yang santai ini sambil melihat-lihat kesibukan orang-orang. Tak lupa obrolan santai mengalir di rombongan kami. Mulai dari tentang Kampung Laut yang katanya indah juga di malam hari, hobi suami dan anak yang senang mancing, sampai obyek-obyek wisata lainnya di kota Semarang – Sam Po Kong sampai Loenpia gang Lombok.

 

 
Rasanya makanannya standar, menu favoritnya bandeng bakar yang memang enak. Lainnya biasa saja. Harga ikan mulai dari Rp. 3.500,-/ons sampai Rp. 35.000,-/ons. Makanan lainnya dari mulai Rp. 12.000,-/porsi sampai Rp. 45.000,-/porsi.
 



4. Wedang Ronde

 
Wedang ronde (atau sering disingkat hanya "ronde") merupakan minuman tradisional asli dari Jawa selain jamu dan dawet. "Wedang" dalam Bahasa Jawa berarti "minuman". Sedangkan Ronde adalah adonan khusu yang terdiri dari campuran tepung beras dan gula merah berbentuk bulatan-bulatan dan dibagian dalamnya berisi kacang yang dihancurkan. Untuk membentuk Wedang Ronde, adonan ronde ini dicelupkan ke dalam air jahe yang masih panas Dua komponen tersebut (air jahe dan ronde) adalah bahan utama pembentuk Wedang Ronde. 



Meskipun demikian Anda dapat menambahkan bahan lain untuk menambah aroma dan penampilan seperti kolang kaling, irisan roti berbentuk dadu, atau kacang tanah. Air jahe dibuat dengan cara merebus jahe yang dihancurkan, gula merah (atau gula kelapa) dan daun sereh hingga mendidih Setelah itu, adonan Ronde dicelupkan dalam air jahe tersebut hingga mengapung.
 
Wedang Ronde biasanya disajikan dalam mangkuk kecil berukuran kurang lebih 250-500 ml. Wedang Ronde sangat cocok di konsumsi saat cuaca dingin atau musim penghujan. Dengan mengkonsumsi Wedang Ronde, sekujur badan, terutama tenggorokan, dada dan perut terasa sangat hangat. Selain itu, wedang ronde juga sangat begus untuk kesehatan dan meningkatkan stamina.          

 
Wedang Ronde sangat mudah di temui di
Kota Semarang.Anda dapat dengan mudah menemukan minuman tradisional ini di sekitar Simpang Lima, Tugu Muda, Jl Pahlawan, dan warung-warung yang menyediakan minuman tradisioanal dengan harga yang sangat murah, sekitar Rp.2500 - Rp 5.000,-. Salah satu warung yang terkenal dengan Wedang Ronde-nya adalah Istana Wedang, yang berlokasi di Jl Pemuda no 121. Selain Wedang Ronde, di warung ini juga menyediakan banyak minuman tradisional lain seperti Wedang Jahe, Wedang Tape, dll.



5. Super Penyet




Saya pikir makanan jenis penyet berawal dari tempe penyet. Penyet adalah makanan khas yang berasal dari jawa Timur. Berawal dari tempe kemudian banyak yang memodifikasinya untuk mengganti tempe dengan jenis lauk pauk yang lain seperti tahu, telur, ayam sampai bebek goreng.Untuk tempe biasanya direndam dalam air kaldu yang didalamnya diberi bumbu garam dan ketumbar.Istilah penyet sendiri berasal dari bahasa jawa yang berarti lumat, karena lauk akan ditindih dan dilumatkan sedikit bersama sambal sebelum dihidangkan.                            

                      
Ternyata di Semarang ada tempat jajanan baru yang menghidangkan segala macam berbau penyet. Namanya super penyet, lokasinya terletak di pinggir Jl. Gajah Mada, sebelum Hotel Gumaya.
Tempatnya sangat luas dan sangat ramai terutama sekitar jam makan siang atau makan malam.
Kalau untuk rasa mungkin tidak terlalu istimewa tetapi untuk sambal dan jumpah porsinya super deh. Bayangkan 1 porsi berisi ayam-telor-tahu-tempe sekaligus plus hanya dibandrol 11.500 perak buat 1 porsi penyet tadi, mantebh deh.

Satu menu paket diberi range sekitar Rp. 6000 – 11.500. Harga yang cocok buat tukang makan seperti saya. Untuk yang porsi makannya biasa-biasa saja direkomendasikan untuk mengambil 1 paket hemat yang berisi tahu dan tempe penyet saja tetapi mempunyai jumlah yang banyak dan hanya Rp.6000.









6. Ayam Goreng Lombok Ijo


Bagi kita nih orang - orang yang suka makan, atau lagi jalan - jalan ke Semarang tapi bingung makan dimana? ada baiknya kalo nyoba ayam goreng lombok ijo Semarang. Terletak di jalan Gajah Mada Semarang ini bisa dibilang kuliner yang berhasil di Semarang, soalnya kalo ke rumah makan ini pasti antre, paling tidak penuh lah seisi rumah makan itu. Untuk ancer - ancer tempatnya, dari Tugu Muda, ambil arah ke Jalan Pemuda, setelah perempatan kedua belok kanan. terus aja sampai nanti dekat perempatan kampung kali ada deh di kiri jalan ayam goreng lombok ijo. Atau yang dari arah simpang lima lebih gampang lagi, ambil Jalan Gajah Mada dan setelah perempatan pertama maju dikit di kanan jalan ada deh rumah makannya.
        
Untuk menunya ada ayam goreng / bakar, tempe dan tahu penyet atau ada juga asem - asem jika ingin yang segar - segar. Sedangkan minumnya ada bermacam variasi, dari teh dan jeruk sampai soda dan berbagai macam jus. "Tak jamin uenak tur ora larang" artinya saya jamin enak dan tidak mahal. 







7. Soto Bangkong

Kalau ke Semarang belum nyobain Soto Bangkong pastinya perjalanan kuliner kamu belum lengkap. Memang di Semarang banyak bertebaran warung atau rumah makan soto. Tetapi yang bertahan dari puluhan tahun yang lalu hanya ada beberapa saja.  

Berbeda dengan beberapa soto dari kota lain, soto dari semarang biasanya mempunyai kuah yang lebih bening. Termasuk soto bangkong ini. Dinamakan soto bangkong karena Pak Soleh (pemilik soto bangkong) memulai usahanya di Jl. Bangkong hingga saat ini. Pak Soleh memulai soto bangkong dari hanya ber-gerobak pikul pada tahun 1945-an hingga mempunyai beberapa cabang di kota lain yang dikelola oleh anak-anak beliau.

Seperti kebanyakan soto lainnya di Semarang, soto bangkong diletakkan dalam mangkuk yang lebih kecil dari mangkuk biasa. Soto ala semarang berisi nasi, bihun, tauge, bihun, potongan tomat dan suiran ayam. Kata Pak Soleh sih soto biasanya mempunyai resep yang sama, hanya tangan yang meraciknya yang bisa membuat rasa soto berbeda.

Soto bangkong dibandrol dengan harga Rp. 8.500. Terasa mahal? Karena bahan-bahan yang digunakan Pak Soleh dalam meracik soto tetap dijaga kualitasnya. Daging ayam dan kualitas beras yang digunakan sangat dijaga untuk tidak mengecewakan pelanggannya.
Soto Bangkong dibuka dari jam 07.00 pagi hingga jam 10 malam. Kalau sempat mengunjungi warung ini dan melihat Pak Soleh berjaga disitu silahkan minta untuk beliau yang meraciknya. Beliau akan dengan senang hati untuk meracik soto dengan tangannya sendiri.


Oh iya, seperti biasa jangan lupa juga untuk ngembat lauknyanya seperti sate kerang, sate daging ayam atau jeroan. Kalau untuk saya sate jeroan tetap no 1. Dari lumpia, asem-asem maupun soto semua ada, memang semarang banjir kuliner